Enthomophtera culicis
Dalam biological control (pengendalian hayati), jamur Entomophthera culicis mempunyai peran untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti. E. culicis hidup di dalam rongga tubuh nyamuk .Apabila si E. culicis ini masuk ke dalan tubuh nyamuk, dia akan menggerogoti membran tubuh nyamuk bagian dalam. Dan, tamatlah riwayat nyamuk Aedes aegypti.
Beautiful Simbiosis
Kalian semua pasti sudah tahu ikan nemo,kan? Itu lho, tokoh film animasi Nemo! Pastinya udah tahu ceritanya, kan? Nah, pernahkah kamu berpikir kenapa ikan nemo atau ikan anemon laut itu hidup nyaman di antara anemon laut yang punya racun? Kenapa? Mereka menjalin hubungan yang bahasa kerennya simbiosis atau hidup bersama. Ikan nemo membutuhkan anemon laut untuk tempat tinggal yang aman. Karena anemon laut mempunya racun atau nematoksis, hewan lain tidak akan bisa menganggu si nemo. Sedikit saja ikan lain mendekat anemon laut bisa saja langsung menelannya, atau tersengat racunnya. Si nemo bisa hidup tenang tanpa usikan dari makhluk lain. Eits! Tapi kok ikan nemo gak disengat anemon ya? Ikan imut ini punya kekebalan yang diperoleh dalam masa beberapa jam manakala postlarva yang kecil dapat bertahan di terumbu karang. Jika ikan muda cukup beruntung untuk menemukan sebuah anemon laut sebelum diikuti oleh proses aklimatisasi yang membuat kontak secara gradual dengan tentakel. Secara cepat perubahan zat kimia terjadi di dalam mantel lendir ikan dan sel penyengat tidak lagi menyakitinya. Dengan kata lain, ikan nemo saat masih muda mempunyai kekebalan terhadap perubahan zat kimia di dalam mantel lendir, sehingga dia gak kesakitan karena sel penyengat. Subhanaallah, Allah telah menciptakan ikan nemo dan anemon laut berpasangan ternyata mempunyai hubungan yang sangat baik. Ikan nemo mendapat perlindungan dari anemon laut.
Nah, ikan dan anemon laut saja dapat hidup rukun. Kenapa kita dan orang di sekeliling sering gak akur, ya? Kita bisa belajar dari hal ini. Kalau kita sudah bersimbiosis (berhubungan) dengan orang lain, kita juga harus membina hubungan ini dengan baik, seperti ikan nemo dan anemon laut. Tidak hanya dengan sesama manusia saja, di dunia ini kita hidup bersama lingkungan. Kita juga tidak boleh semena-mena terhadap lingkungan. Bukankah lingkungan itu penting bagi kita? So, keep our environment from everything that will distrub them. Keep our earth with our heart! ^_^
I’m…
By: ULIOADSTOTKIAVOLLA
The flowers are blooming,
And I’m dreaming…
It is raining,
I’m missing…
The birds are singing,
But I’m still thinking…
Children are laughing,
But I’m crying…
The sun is rising,
But I’m falling…
How can I face this case?
Without you beside me…
HALITOSIS? NO!!!
Halitosis. Sepintas memang terdengar keren. Tapi kalian pasti pengen jauh-jauh dari yang satu ini. Cause, Halitosis ini adalah istilah kedokteran buat BAU MULUT. Gimana mau gaul kalau ada aroma aneh yang menyembul keluar dari mulut kita saat berbicara? Wah, bisa-bisa temen-temen lari tunggang langgang begitu mengendus aroma napasmu. Atau tanpa alasan, tiba-tiba mereka menutup hidung dan berkata, “Siapa yang lagi emisi gas, nih!”. Gak lucu, kan?
Halitosis disebabkan oleh berkurangnya produksi air liur yang berguna membasuh bakteri penyebab bau mulut. Alhasil, bakteri berakumulasi dari sisa-sisa makanan yang nempel di sela-sela gigi dan gusi. Bakteri ini mengeluarkan SULFUR. Nah, ini, nih! Yang membuat napas seharum bunga Rafflesia.
Beberapa jenis makanan dapat menimbulkan si Halitosis, terutama yang berminyak dan berbau tajam, misalnya bawang putih. Kok bisa? Pasalnya, minyak akan terbawa ke paru-paru dan keluar lewat mulut. Selain itu, rokok juga termasuk biang keladi Halitosis.
Don’t worry about halitosis! Halitosis gak akan menghantui kamu kalau kamu rajin bersihin gigi dan mulut. Simpel sih. Rajin gosok gigi dua kali sehari. Eits! Jangan senang dulu! Cause ternyata gosok gigi itu gak cukup. Sebagian besar orang hanya menggosok gigi selama 30-45 detik, padahal itu gak cukup buat ngusir kuman-kuman. Paling nggak 2 menit 2 kali sehari. N’ jangan lupa gosok lidahmu karena banyak markas-markas bakteri yang ada di sana.
So, jangan males kalau disuruh gosok gigi. N’ jaga mulutmu dari si Halitosis. Be healthy! Be lucky!

Bakteri Pemakan Daging
Inggris dan Belanda pernah dihebohkan oleh adanya bajteri ganas pemakan daging yang dapat mematikan dala beberapa jam. Bakteri ini bekerja dengan cara melumatkan fascia(pembungkus otot) dan menyebabkan gangreen, sehingga orang yang terserang dapat meninggabeberapa jam. Baktei in juga mempunyai kapsul tipis untuk melindungi diri dai sistem kekebalan manusia.
di pekirakan, bakteri ini adalah dari jenis Streptococcus yang ganas, namun karena perlakuan yang didapat dai laboratorium penelitian, bakteri ini kemudian mengalami mutasi menjadi ganas. Bakteri ini dinamakan Sterptococcus A.
